Mengenalipenyebab tanah longsor bisa berdampak sangat besar, seperti menekan angka kematian akibat bencana ini, dan juga bisa dijadikan sebuah dasar penanggulangannya. Bagi orang-orang yang upayapenanggulangan bencana tanah longsor, upaya pencegahan untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor, bencana alam pengertian jenis dampak dan mitigasi, plh area dampak ismail 26 blog makalah tanah longsor, jelaskan dampak positif dan negatif dari gempa bumi, ini dampak longsor di trenggalek news detik com, tanah MacamMacam Bencana Alam dan Upaya Menanggulanginya. Berikut ini jenis-jenis bencana alam dan gejala-gejalanya yang sering terjadi di wilayah Indonesia. 1. Gempa Bumi. Gempa terjadi karena gerakan batuan yang melewati batas kelentingan atau kelengkungannya. Gempa bumi disebut pula seisme, dapat terjadi karena pergerakan atau benturan lempeng PenyebabTanah Longsor. 1. Erosi Tanah. Erosi tanah sebagai penyebab yang umum terjadi. Erosi yang menggerus kaki-kaki lereng hingga bertambah curam, disebabkan oleh aliran air hujan, sungai, badai, air bah, atau gelombang laut, dan sebagainya. 2. Meskipuntidak dapat dihentikan, tapi kita dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya tanah longsor, contohnya dengam tidak menebang pohon sembarangan. Berikut ini merupakan dampak negatif yang ditimbulkan tanah longsor : Timbulnya korban jiwa maupun korban luka Rusaknya rumah warga maupun infrastuktur lain Hendramenambahkan, upaya mitigasi bencana geologi ini di antaranya bermanfaat untuk memberikan arahan kepada Pemerintah Daerah dan memberi kepastian terkait tindak lanjut kebijakan Pemerintah Daerah dalam pemberian pelayanan kebencanaan. Selain itu juga terdapat rekomendasi pembangunan kembali daerah bencana dan lahan relokasi pasca bencana. . Bencana alam merupakan peristiwa alam baca fenomena alam yang menakjubkan di dunia yang menyebabkan kerugian di berbagai sudut. Bencana alam ini dapat disebabkan karena murni kejadian alam maupun disebabkan karena adanya ulah manusia. Ada banyak sekali jenis bencana alam di dunia ini seperti gunung meletus baca penyebab terjadinya gunung meletus, gempa bumi baca akibat gempa bumi, banjir baca banjir bandang, banjir rob, tanah longsor baca jenis- jenis longsor, kebakaran hutan baca penyebab kebakaran hutan, dan lain sebagainya. Bencana- bencana alam tersebut sangat sering melanda di wilayah negara kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu bencana alam, yakni tanah longsor. Kita akan membahas mengenai apa saja yang menjadi penyebab terjadinya tanah longor dan juga apa saja dampak- dampak yang dapat ditimbulkan dari adanya tanah longsor Terjadinya Tanah LongsorBencana tanah longsor tidak terjadi hanya begitu saja. Tentu saja bencana ini dapat terjadi karena adaya berbagai faktor yang mendukung terjadinya bencana ini. Apa sajakah faktor- faktor atau berbagai hal yang mendukung terjadinya bencana tanah longsor ini? Berikut ini merupakan beberapa hal yang menyebabkan terjadinya tanah longsorAdanya hujan yang sangat lebat dan dalam durasi waktu yang cukup lamaHujan baca proses terjadinya hujan memang menjadi penyebab utama terjadinya tanah longsor. Ancaman terjadinya tanah longsor ini biasanya mulai pada bulan November. Hal ini karena sebelumnya terjadi musim kemarau yang akan mengakibatkan air di permukaan tanah baca ciri-ciri air permukaan menjadi menguap dalam jumlah yang besar. Penguapan ini kemudian akan menyebabkan munculnya pori- pori tanah dan juga retakan- retakan. Ketika hujan turun, air dengan cepat mengisi retakan- retakan tersebut dan menjadikan tanah mengembang dengan cepat. Hal ini juga akan menyebabkan air mengalami kejenuhan dalam waktu yang sangat singkat. Hal inilah yang sangat memicu terjadinya tanah longsor, terutama di daerah- daerah yang tidak ada pembentengnya sama tanah yag kurang padat dan kurang tebalStruktur tanah baca struktur Bumi ternyata juga mempengaruhi terjadinya tanah longsor. Struktur tanah yang kurang padat dan juga kurang tebal akan menyebabkan potensi terjadinya tanah longsor. Jenis tanah yang mempunyai struktur kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat yeng memiliki ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng lebih dari 220. Selain tanah ini mempunyai potensi yang sangat besar akan terjadinya tanah longsor, tanah ini juga sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena akan menjadi sangat lembek jika terkena air dan akan retak jika terkena batuan yang kurang kuatSelain struktur tanah, ternyata struktur batuan juga mempengaruhi terjadiya tanah longor. Batuan endapan gunung berapi dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran kerikil umumnya kurag kuat sehingga mudah sekali untuk terjadi tanah tata lahanLahan yang mempunyai lereng yang terjal akan sangat mudah terjadi tenah longsor daripada lahan yang dibuat tanahAdanya erosi tanah atau pengikisan tanah akan sangat mendukung terjadinya tanah longsor. Hal ini tentu saja akan membuat kepadatan tanah menjadi berkurang. Erosi tanah ini bisasanya dilakukan oleh air sungai maupun akibat penggundulan getaranGetaran yang menyerang bumi merupakan salah satu faktor yang sangat mendorong terjadinya tanah longsor. Getaran- getaran ini bisa bersumber dari gempa Bumi, ledakan gunung berapi, mesin, maupun karena arus lalu beban tambahanPotensi tanah longor yang kuat akan terjadi apabila di tanah lereng terdapat beban tambahan seperti bangunan dan kendaraan yang lalu danau dan bendungan yang menyusutAir danau baca macam-macam danau dan bendungan yang menyusut secara cepat akan menyebabkan gaya penahan lereng menjadi metri timbunan pada tebingTanah timbunan bekas pemotongan tebing yang belum terpadatkan secara sempurna dapat menjadikan tanah longsor di wilayah beberapa hal yang dapat menyebabkan tanah longsor. Selain penyebab yang telah disebutkan di atas, masih banyak penyebab- penyebab lainnya baik yang kita sadari maupun yang tidak kita yang kita ketahui bersama bahwasannya bencana alam pastilah menimbulkan berbagai macam dampak. Sebagian besar dampak yang ditimbulkan adalah dampak negatif, meskipun terkadang dibalik dampak negatif juga terselip dampak positif namun jumlahnya sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Seperti halnya jenis bencana alam lainnya, tanah longsor juga menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Beberapa dampak yang akan ditimbulkan oleh tanah longsor antara lain adalah sebagai berikutMenimbulkan banyak korban jiwaHampir semua bencana alam dapat menimbulkan banyak korban jiwa, tidak terkecuali bencana alam berupa tanah longsor ini. Alasan mengapa tanah longsor ini seringkali menimbulkan korban jiwa karena pada umumnya atau bisasanya tanah longsir ini terjadi ketika hujan yang turun sangat deras. Ketika hujan turun dengan derasnya pastilah orang- orang akan berkumpul di dalam rumah untuk dapat menghindari turunya longsor ini juga merupakan bencana alam yang turunnya selalu dengan cara yang tiba- tiba. Karena datanganya yang tiba- tiba inilah masyarakat yang ada di dalam rumah akan kesulitan dan tidak sempat untuk menyelamatkan diri. Orang- orang akan tertimpa reruntuhan rumah atau bahkan akan tertimbun oleh tanah atau bebatuan yang berada di kerusakan infrastukturAkibat tanah longsor akan kita dapatkan kerusakan berbagai infrastuktur bangunan di sekitar lokasi bencana alam. Pada umumnya infrastuktur yang paling banyak terjadi kerusakan adalah pemukiman atau rumah- rumah itu kemungkinan karena jumlah rumah atau pemukiman penduduk yang paling banyak. Namun perlu kita ketahui bersama bahwasannya selain rumah atau pemukiman warga, juga masih banyak infrastuktur lainnya yang kemungkinan rusak seperti sarana pendidikan, sarana kesehatan dan juga tempat untuk melakukan aktivitas ibadah. Kerusakan infrastuktur yang ditimbulkan karena bencana tanah longsor ini bisa dikatakan sangat besar dan hal ini tentu saja akan mempunyai nilai materi yang sangat besar. Sehingga dapat kita menilai bersama bahwasannya tanah longsor ini merupakan bencana alam yang sangat merugikan, baim secara metari maupun non mata pencaharian masyarakatPada umumnya bencana tanah longsor ini akan terjadi di daerah pegunungan dimana banyak masyarakat yang berkerja sebagai petani baik mengolah tanah sawah maupun ladang mapun juga peternakan. Ketika bencana tanah longsor ini menyerang maka sebagain dari tanah yang diolah sebagai sumber mata pencaharian akan rusak. Hal ini tentu saja akan menyebabkan lahan menjadi rusak dan sumber mata pencaharian masyarakat yang ada di sekitarnya semakin menurun dan rusak. Akibatnya, banyak masyarakat yang akan kehilangan mata sanitasi lingkunganTanah longsor juga akan menimbulkan kerusakan pada sanitasi lingkungan. Akibatnya sanitasi lingkungan menjadi buruk. Ketika tanah longsor menyerang maka saluran air bersih juga akan terputus. Padahal kita semua telah mengetahui bahwa air merupakan elemen yang sangat menunjang kehidupan manusia. Hal ini akan secara otomatis membuat sanitasi lingkungan menjadi sangat berbagai macam bibit penyakitDampak yang ditimbulkan selanjutnya adalah merebaknya bibit penyakit. Hal seperti ini hampir dapat kita temui di berbagai bencana alam. Meskipun bukan dampak secara langsung namun tanah longsor dapat merusak pemukiman warga. Hal ini akan membuat warga harus mengungsi. Di tempat pengungsian inilah seringkali timbul berbagai macam jenis penyakit. Hal ini dapat didukung oleh berbagai faktor yang terdapat dalam lingkungan baca fungsi lingkungan hidup pengungsian bebrapa dampak yang dapat ditimbulkan dari adanya tanah longsor. Selain dampak yang telah disebutkan di atas, pastilah ada dampak- dampak lainnya yang bisa dirasakan oleh manusia baik yang disadari oleh manuisa maupun yang tidak disadari. Longsor ??? sering sekali kita melihat tanah longsor di berita-berita televisi dan media massa. salah satu akibat dari terjadinya longsor yaitu karena adanya penebangan liar yang mengakibatkan hutan gundul. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pengertian tanah longsor, jenis-jenis longsor, dan penyebab terjadinya tanah longsor, berserta cara pencegahannya. Untuk itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. Pengertian Tanah Longsor Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh Erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat Gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut Gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju Baca Juga Pengertian Erosi Serta Metode Konservasi Tanah Jenis-Jenis Tanah Longsor Ada enam jenis tanah longsor, yaitu longsor translasi, longsor rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Di indonesia jenis longsor yang paling sering terjadi adalah longsor translasi dan longsor rotasi. Sementara itu, jenis tanah longsor yang paling banyak memakan korban jiwa adalah aliran bahan rombakan. Longsor Translasi Longsor ini terjadi karena bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. Longsor Rotasi Longsoran ini muncul akibat bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung. Pergerakan Blok Pergerakan blok terjadi karena perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsor jenis ini disebut juga longsor translasi blok batu. Runtuhan Batu Runtuhan batu terjadi saat sejumlah besar batuan atau material lain bergerak kebawah dengan cara jatuh bebas. Biasanya, longsor ini terjadi pada lereng yang terjal sampai menggantung, terutama di daerah pantai. Rayapan Tanah Longsor ini bergerak lambat serta serta jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Longsor ini hampir tidak dapat dikenal. Setelah beberapa lama terjadi longsor jenis rayapan, posisi tiang-tiang telepon, pohon-pohon, dan rumah akan miring kebawah. Aliran Bahan Rombakan Longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air dan terjadi di sepanjang lembah yang mencapai ratusan meter jauhnya. Kecepatan bergantung pada kemiringan lereng, volume air, tekanan air dan jenis materialnya. Baca Juga Pengertian Tanah Beserta Proses Dan Fungsinya Gejala-Gejala Bencana Alama Gejala-gejala umum yang biasanya timbul sebelum terjadinya bencana tanah longsor adalah Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. Biasanya terjadi setelah hujan. Munculnya mata air baru secara tiba-tiba. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan. Penyebab Terjadinya Tanah Longsor Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi tanah longsor, yakni sebagai berikut Hujan Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karena meningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Hal itu mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga tanah hingga terjadi retakan dan merekahnya tanah permukaan. Ketika hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi, sehingga kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Bila ada pepohonan di permukaannya, tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah. Lereng terjal Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar. Tanah yang kurang padat dan tebal Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 m dan sudut lereng lebih dari 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor terutama bila terjadi hujan. Selain itu tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek terkena air dan pecah ketika hawa terlalu panas. Baca Juga Kerusakan Tanah – Pengertian, Penyebab, Perubahan, Ciri, Mengatasi Batuan yang kurang kuat Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung umumnya kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah bila mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor bila terdapat pada lereng yang terjal. Jenis tata lahan Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama. Getaran Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak. Susut muka air danau atau bendungan Akibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan. Adanya beban tambahan Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah. Pengikisan/erosi Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal. Adanya material timbunan pada tebing Untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada di bawahnya. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah. Bekas longsoran lama Longsoran lama umumnya terjadi selama dan setelah terjadi pengendapan material gunung api pada lereng yang relatif terjal atau pada saat atau sesudah terjadi patahan kulit bumi. Bekas longsoran lama memilki ciri Adanya tebing terjal yang panjang melengkung membentuk tapal kuda. Umumnya dijumpai mata air, pepohonan yang relatif tebal karena tanahnya gembur dan subur. Daerah badan longsor bagian atas umumnya relatif landai. Dijumpai longsoran kecil terutama pada tebing lembah. Dijumpai tebing-tebing relatif terjal yang merupakan bekas longsoran kecil pada longsoran lama. Dijumpai alur lembah dan pada tebingnya dijumpai retakan dan longsoran kecil. Longsoran lama ini cukup luas. Adanya bidang diskontinuitas bidang tidak sinambung Bidang tidak sinambung ini memiliki ciri Bidang perlapisan batuan Bidang kontak antara tanah penutup dengan batuan dasar Bidang kontak antara batuan yang retak-retak dengan batuan yang kuat. Bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dengan batuan yang tidak melewatkan air kedap air. Bidang kontak antara tanah yang lembek dengan tanah yang padat. Bidang-bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor. Penggundulan hutan Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang. Daerah pembuangan sampah Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Cimahi. Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal. Baca Juga Pelapukan adalah Dampak Tanah Longsor Dampak terhadap masyarakat yang terjadi akibat bencana tanah longsor, yaitu sebagai berikut Pan American Health Organization, 2006 Peningkatan Morbiditas Tingginya angka kesakitan dalam keadaan terjadinya bencana dibagi dalam 2 katagori, yaitu Kesakitan primer, adalah kesakitan yang terjadi sebagai akibat langsung dari kejadian bencana tersebut, kesakitan ini dapat disebabkan karena trauma fisik, termis, kimiawi, psikis dan sebagainya. Kesakitan sekunder, kesakitan sekunder terjadi sebagai akibat sampingan usaha penyelamatan terhadap korban bencana, yang dapat disebabkan karena sanitasi lingkungan yang buruk, kekurangan makanan dan sebagainya. Tingginya Angka Kematian Kematian akibat terjadinya bencana alam dibagi dalam dua kategori, yaitu Kematian primer, adalah kematian langsung akibat terjadi bencana, misalnya tertimbun tanah longsor. Kematian Sekunder, adalah kematian yang tidak langsung disebabkan oleh bencana, melainkan dipengaruhi oleh faktor-faktor penyelamatan terhadap penderita cedera berat, seperti. kurangnya persediaan darah, obat-obatan, tenaga medis dan para medis yang dapat bertindak cepat untuk mengurangi kematian tersebut. Masalah Kesehatan Lingkungan Mencakup masalah-masalah yang berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan, tempat penampungan yang tidak memenuhi syarat, seperti penyediaan air bersih, tempat pembuangan tinja dan air bekas, tempat pembuangan sampah, tenda penampungan dan kelengkapannya, kepadatan dari tempat penampungan, dan sebagainya. Suplai Bahan Makanan dan Obat-Obatan Apabila kekurangan suplai bahan makanan dan obat-obatan untuk membantu korban bencana, maka kemungkinannya akan menimbulkan berbagai masalah, diantaranya Kekurangan gizi dari berbagai lapisan umur Penyakit infeksi dan wabah, diantaranya infeksi pencernaan GED, infeksi pernapasan akut seperti influensa, penyakit kulit. Cara Pencegahan Tanah Longsor Upaya pencegahan yang dilakukan untuk bencana tanah longsor Iwan Setiawan, 2008. Pencegahan Tingkat Pertama Melarang pembangunan rumah pada lokasi yang rawan longsor, terutama pada lereng dan kaki bukit Memperkuat kestabilan tanah dengan pohon-pohon yang akarnya dapat mengikat tanah secara kuat Tidak menebang atau merusak hutan Melakukan penanaman pada daerah-daerah yang gundul Pembangunan tembok-tembok penahan untuk memperkuat lereng pada lokasi rawan longsor Memberikan penyuluhan pada masyarakat yang tinggal di wilayah longsor tentang cara menghindari bencana longsor. Pencegahan Tingkat Kedua Yang harus dilakukan dalam tahap ini adalah penyelamatan dan pertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah. Secara operasional, pada tahap ini diarahkan pada kegiatan Penanganan korban bencana termasuk mengubur koban meninggal dan menangani korban yang luka-luka. Penanganan pengungsian Pemberian bantuan darurat Pelayanan kesehatan, sanitasi, dan air bersih Penyiapan penampungan sementara Pembangunan fasilitas sosial dan fasilitas umum sementara serta memperbaiki sarana dan prasarana dasar agar mampu memberikan pelayanan yang memadai untuk para korban. Baca Juga Pengertian Erosi, Jenis dan Dampak Pencegahan Tingkat Ketiga Rehabilitasi Upaya pemulihan korban dan prasarananya, meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan sarana transportasi. Selain itu dikaji juga perkembangan tanah longsor dan teknik pengendaliannya supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuan relokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendalikan. Rekonstruksi Penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor, karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang dibangun pada jalur tanah longsor hampir 100%. Ada beberapa tindakan, perlindungan dan perbaikan yang bisa ditambah untuk tempat-tempat hunian antara lain Perbaikan drainase tanah menambah materi-materi yang bisa menyerap Modifikasi lereng pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan Vegetasi kembali lereng-lereng dan beton-beton yang menahan tembok mungkin bisa menstabilkan hunian. Tahap Pengungsian Tahap pengungsian yang dapat dilakukan dalam menghadapi bencana tanah longsor adalah Yayasan IDEP, 2004. Peringatan Bahaya Peringatan bahaya merupakan hal pertama yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang mengetahui terjadinya bencana. Peringatan ini bisa menggunakan alat atau model komunikasi yang sudah biasa dikenal oleh masyarakat setempat. Alat komunikasi seperti kentongan, bedug dan lainnya merupakan alat yang sangat membantu. Informasi yang Perlu Disampaikan Pada Masyarakat Tentang bencana jenis bencana Besarnya bencana Kapan kemungkinan terjadi Transportasi Menyediakan transportasi yang ada dan pendukungnya seperti supir, bahan bakar. Urutan pengungsian adalah anak-anak, orang tua, korban terluka, orang cacat, wanita dan pria. Saat Dilokasi Pengungsian Yang perlu dipertimbangkan adalah Perawatan dan pertolongan bagi yang terluka Mendirikan tempat perlindungan dan dapur umum Membentuk pos-pos bantuan kemanusiaan Mencatat semua data korban, yang selamat, terluka dan meninggal Mengatur bantuan yang diterima Menghubungi pihak-pihak bantuan dari luar Prinsip Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Penanggulangan bencana alam bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bencana alam dan dampak yang ditimbulkannya. Karena itu, dalam penanggulangan harus memperhatikan prinsip-prinsip penanggulangan bencana alamIwan Setiawan, 2008 Dalam Undang-Undang Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, disebutkan sejumlah prinsip penanggulangan, yaitu Baca Juga Reboisasi Pengertian, Fungsi, 20 Manfaat Reboisasi dan Penghijauan Cepat dan Tepat Yang dimaksudkan dengan “prinsip cepat dan tepat” adalah bahwa dalam penanggulangan benacana harus dilaksanakan secara cepat dan tepat sesuai dengan tuntutan keadaan. Keterlambatan dalam penanggulangan akan bnerdampak pada tingginya kerugian material maupun korban jiwa. Prioritas Yang dimaksud dengan “prinsip prioritas” adalah bahwa apabila terjadi bencana, kegiatan penanggulangan harus mendapat prioritas dan diutamakan pada kegiatan penyelamatan jiwa manusia. Koordinasi dan Keterpaduan Yang dimaksud dengan “prinsip koordinasi” adalah bahwa penaggulangan bencana didasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung. Yang dimaksud dengan “prinsip keterpaduan” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan oleh berbagai sektor secara terpadu yang didasarkan pada kerja sama yang baik dan saling mendukung. Berdaya Guna da Berhasil Guna Yang dimaksud dengan “prinsip berdaya guna” adalah bahwa dalam mengatasi kesulitan masyarakat dengan tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya yang berlebiahn. Yang dimaksud dengan “prinsip berhasil guna” adalah bahwa kegiatan penanggulangan bencana harus berhasil guna, khususnya dalam mengatasi kesulitan masyarakat denga tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya yang berlebihan. Transparansi dan Akuntabilitas Yang dimaksud dengan “prinsip transparansi” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Yang dimaksud dengan “prinsip akuntabilitas” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secar terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik dan hukum. Kemitraan Penanggulangan bancana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keemitraan dalam penanggulangan bencana dilakukan antara pemerintah dengan masyarakat secra luas, termasuk lembaga swadaya masyarakat LSM maupun dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya. Bahkan, kemitraan juga dilakukan dengan organisasi atau lembaga di luar negeri termasuk dengan pemerintahnya. Pemberdayaan Pemberdayaan berarti upaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengetahui, memahami, dan melakukan langkah-langkah antisipasi, penyelamatan, dan pemulihan bencana. Negara memiliki kewajiban untuk memberdayakan masyarakat agar dapat mengurangi dampak dari bencana. Nondiskriminatif Yang dimaksud dengan “prinsip nondiskriminatif” adalah bahwa negara dalam penanggulangan bencana tidak memberikan perlakuan yang berbeda terhadap jenis kelamin, suku, agama, ras, dan aliran politik apapun. Nonproletisi Yang dimaksud dengan “prinsip nonproletisi” adalah bahwa dilarang menyebarkan agama atau keyakinan pada saat keadaan darurat bencana, terutama melalui pemberian bantuan dan pelayanan darurat bencana. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari Tanah longsor merupakan gerakan massa batuan atau tanah menuruni lereng atau tebing. Dampak dari bencana tanah longsor adalah rusaknya pemukiman, lahan, akses jalan serta menimbulkan korban jiwa. Upaya penanggulangan bencana tanah longsor adalah sebagai berikut. Tidak mendirikan rumah di daerah yang curam. Tidak membuat kolam ataupun sawah di atas lereng. Membuat terassering. Memberikan sosialisasi terhadap masyarakat. Pengenalan daerah yang rawan longsor. Meningkatkan/memperbaiki drainase baik air permukaan maupun air tanah. Melakukan kegiatan penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam. Pembuatan tanggul penahan khusus untuk runtuhan batu baik berupa bangunan konstruksi, tanaman, maupun parit. - Ada sejumlah dampak bencana tanah longsor. Tanah longsor termasuk salah satu jenis bencana alam. Biasanya, bencana alam ini terjadi di lereng pegunungan. Bencana tanah longsor ini bisa terjadi karena beberapa sebab, seperti gempa bumi, hutan gundul, dan tidak stabilnya tanah. Selain itu, tanah longsor juga bisa terjadi akibat hujan secara terus-menerus. Tanah longsor bisa dikatakan sebagai gerakan tanah yang terjadi dengan sangat cepat, biasanya berupa campuran tanah dan batuan, bongkahan tanah, dan lainnya. Dampak yang ditimbulkan akibat tanah longsor ini umumnya merugikan bagi masyarakat. Hal ini karena bencana tanah longsor dapat mengancam keselamatan masyarakat di sekitar lokasi rawan bencana. Meskipun beberapa wilayah rawan bencana tanah longsor sudah bisa dipetakan, tetapi bencana ini masih sulit untuk diprediksi kedatangannya, Adjarian. Nah, berikut macam-macam dampak bencana tanah longsor. "Tanah longsor terjadi karena kombinasi berbagai kondisi, seperti lereng terjal, pengikisan tanah, tingginya curah hujan, dan kurangnya tutupan vegetasi." Baca Juga 9 Cara Mencegah Tanah Longsor – Tanah longsor adalah bencana alam yang sering terjadi di daerah lereng pegunungan. Tanah longsor terjadi karena berbagai sebab seperti gempa bumi, tanah yang tidak stabil, dan juga hutan gundul. Lalu, apakah dampak tanah longsor bagi lingkungan dan masyarakat?Berikut adalah dampak tanah longsor bagi lingkungan dan masyarakat Korban jiwa Hal paling mengerikan dari tanah longsor yaitu jatuhnya korban jiwa baik korban luka atau kematian. Tanah yang longsor secara tiba-tiba dapat menimpa siapa saja yang ada di jalurnya. Terutama jika longsor terjadi di daerah pemukiman warga. Dilansir dari World Health Organization, antara 1998 hingga 2017, tanah longsor memengaruhi sekitar 4,8 juta orang dan menyebabkan lebih dari 18 ribu kematian. Tidak hanya berdampak secara fisik, korban selamat dari tanah longsor kerap kali mengalami trauma psikis. Baca juga Penyebab Tanah Longsor Rusaknya infrastruktur dan terputusnya jalur transportasi Tanah longsor dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur yang ada disekitarnya. Robert L. Schuster dan Lynn M. Highland dalam Socioeconomic and Environmental Impacts of Landside in the Western Hemisphere 2001 menyebutkan tanah longsorng menyebabkan kerusakan konstruksi bangunan, jalur transportasi, bendungan, waduk, kanal, dan juga sistem komunikasi. Longsor dalam skala besar merusak bangunan, gedung, jalan, menara telekomunikasi, dan berbagai infrastruktur lainnya. Hal tersebut kerap kali menutup jalan dan memutus sinyal komunikasi, menyebabkan daerah yang terkenal longsor sulit tempat tinggal Tanah longsor merusak rumah, membuat masyarakat kehilangan tempat tinggal. Hal tersebut jelas menimbulkan kerugian yang sangat besat. Harta benda masyarakat ikut terbawa longsor, dan hanya sedikit yang bisa diselamatkan. Kehilangan tempat tinggal juga menyebabkan korban longsor tidak memiliki tempat perlindungan, makanan, pakaian, juga tempat sanitasi. Sehingga, harus segera diberi bantuan sebelum gangguan kesehatan lainnya muncul. Baca juga Penyebab Tanah Longsor dan Cara Menghadapinya Kerugian dan terhambatnya perekonomian Rusaknya rumah, infrastruktur, dan lahan menyebabkan kerugian yang besar dan menghambat perekonomian. Akibat tanah longsor, korban tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi. Akses jalan yang tertutup juga menyebabkan terhambatnya perekonomian masyarakat sekitar daerah longsor. Rusaknya lahan pertanian Disadur dari Food and Agriculture Organization of the United Nations, tanah longsor berdampak buruk pada mata pencarian petani karena dapat menghalangi akses tanah selama bertahun-tahun dan menghancurkan benih, dan menghilangkan tanaman serta hewan ternak. Tanah longsor dapat merusak lahan pertanian dalam waktu singkat, mematikan vegetasi yang ditanam, membuat tanah tidak bisa ditanami sementara waktu, dan menghasilkan kerugian yang besar bagi para petani. Baca juga Penyebab Hutan Gundul Pencemaran sumber air Tanah longsor dapat mencemari sumber air di sekitarnya seperti mata air dan sungai. Longsor dapat membawa sedimen yang menurunkan kualitas air. Namun, yang lebih berbahaya jika longsor membawa logam ataupun cairan kimia di dalamnya. Sedimen tanah dan batuan akan mengendap di sungai dan membuatnya keruh. Namun, bahan kimia juga logam berat dapat merusak kualitas sungai, mencemari sepanjang aliran sungai, dan memberikan gangguan kesehatan hingga kematian pada makhluk hidup di sekitarnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. - Bencana tanah longsor kerap terjadi di Indonesia hingga memakan banyak korban jiwa. Maka dari itu, masyarakat perlu memahami cara mencegah tanah longsor dan mitigasi bencananya. Mengutip penjelasan dari BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana, definisi tanah longsor adalah jenis gerakan massa tanah, batuan, ataupun percampuran keduanya, yang menuruni atau keluar lereng sebagai akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun dalam pengertian secara umum, tanah longsor merupakan gerakan tanah dan batuan yang terseret ke bawah di lahan miring, serta terjadi tiba-tiba dengan volume material besar sekaligus. Karena volume materialnya besar dan terjadi secara tiba-tiba, gelontoran material tanah maupun batuan ketika bencana longsor terjadi bisa membuat bangunan-bangunan di sekitar lereng hancur. Tanah Longsor bisa disebabkan faktor alam maupun manusia. Mengutip buku Kerawanan Longsor pada Lereng Tanah Lunak dan Penanganannya 202046 karya Lusmeilia Afriani, di antara yang menjadi faktor penyebab tanah longsor adalah kemiringan lereng topografi, keadaan tanah atau batuan, curah hujan dan kondisi saluran air, gempa, vegetasi hutan dan lahan, serta penggunaan lahan. Dua faktor terakhir lebih sering berkaitan dengan perilaku itu, faktor-faktor di atas bisa saling memengaruhi sekaligus menentukan luasnya bencana tanah longsor. Namun, kemiringan lerengan memang menjadi faktor yang sangat penting dalam kejadian bencana longsor. Cara Mencegah Tanah Longsor Untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat bencana tanah longsor, ada banyak cara pencegahan yang bisa diterapkan. Berikut ini sejumlah cara mencegah tanah Tidak membuat kolam atau sawah di atas lereng Keberadaan kolam dan sawah yang dipenuhi air di atas tebing curam dengan lahan gundul dapat memperbesar daya hidrostatiska. Akibatnya tanah menjadi sangat rentan untuk tergeser sehingga mengakibatkan terjadinya longsor. Biasanya sebelum longsor terjadi, ada pertanda seperti air yang ada di sawah atau kolam tiba-tiba hilang karena terserap habis ke dalam tanah. 2. Tidak mendirikan rumah di bawah tebing Sebaiknya memilih lokasi rumah yang aman dari longsor. Jika lokasi setempat banyak bukit, pilih lokasi rumah yang sekiranya longsoran tanah berada jauh dari jangkauan. Usahakan lokasi rumah sejauh mungkin dari kaki tebing. 3. Tidak menebang pohon di sekitar tebing Akar-akar pohon yang menyebar dan saling bersinggungan bisa menjaga kestabilan tanah. Dengan begitu, tanah di perbukitan tidak mudah longsor. Jika banyak pohon di sekitar tebing ditebang dan bagian atasnya gundul, tanah di sekitarnya tidak lagi memiliki penahan sehingga mudah longsor. 4. Tidak memotong tebing secara tegak lurus Sebaiknya tidak memotong badan lereng secara tegak lurus. Sebab, hal itu akan mengurangi daya penahan tanah terhadap tanah yang berada di atasnya. 5. Tidak mendirikan bangunan di sekitar sungai Tanah di pinggir sungai biasa mudah tergerus oleh erosi. Jika hujan datang terutama pada musim penghujan, volume air sungai akan meningkat dan aliran sungai menjadi sangat deras. Di situasi demikian, erosi mudah terjadi dan memicu longsoran tanah di pinggir Membuat terasering Buat terasering atau sistem bertingkat pada lahan yang miring jika lahan tersebut akan digunakan sebagai sawah atau ladang. Dengan dibuatnya terasering, akan memperlambat aliran permukaan ketika hujan tiba. Drainase yang baik juga bermanfaat mencegah air tergenang di atas lereng. Jika lereng kedap air, longsor biasanya mudah Mengecek kondisi tanahPengecekan berkala terhadap kondisi tanah, terutama di lahan miring penting dalam pencegahan tanah longsor. Jika ada retakan tanah, segera tutup retakan tersebut dengan tanah lempung untuk mengurangi air yang masuk dalam rekahan tersebut. 8. Sosialisasi bahaya longsorMemberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait tanah longsor dan bahayanya penting secara rutin dilakukan, terutama di area rawan bencana ini. Kewaspadaan terhadap bahaya longsor bisa mencegah banyak korban jiwa saat bencana tersebut muncul. 9. Membuat bangunan penahanDi lahan-lahan yang miring dan rawan longsor, pembuatan bangunan penahan pergerakan tanah bisa meminimalisir risiko Membuat sistem Early Warning System EWSPembuatan sistem EWS dan penyediaan alat-alatnya penting untuk mencegah banyaknya korban jiwa saat longsor terjadi. Dengan adanya sistem EWS yang baik, peringatan bahaya longsor dapat segera diketahui oleh warga terdampak sehingga evakuasi bisa segera dilakukan sebelum bencana terjadi. 11. Relokasi Warga di Area Rawan LongsorDampak longsor bisa sangat besar jika melanda permukiman warga. Karena itu, di kawasan yang sangat berisiko longsor, relokasi warga bisa menjadi solusi mencegah banyaknya korban jiwa. Akan tetapi, relokasi biasanya memerlukan biaya yang besar. Mitigasi Tanah Longsor Sebelum, Saat, dan Sesudah Mitigasi tanah longsor merupakan bagian dari pencegahan yang penting untuk dilakukan. Mengutip laman UGM, setidaknya ada 5 langkah mitigasi yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi bencana longsor. Kelimanya adalah pemetaan wilayah rawan longsor, pemeriksaan lokasi longsor saat sebelum dan sesudah bencana, pemantauan tanah di wilayah rawan longsor, sosialisasi ke masyarakat terkait ancaman longsor, dan penelitian terhadap penyebab longsor. Selain itu, terdapat 3 tahapan mitigasi longsor yakni ketika sebelum bencana terjadi, saat bencana terjadi, dan pada masa setelah bencana. Perincian rumusan mitigasi di 3 tahap itu adalah sebagai berikut. 1. Tahap Sebelum Longsor Terjadi Waspada terhadap curah hujan yang tinggi Simak informasi dari radio mengenai informasi hujan dan kemungkinan tanah longsor Siapkan dukungan logistik logistik, sarana kedaruratan, uang tunai, obat-obatan, dan lain-lain Segera lakukan evakuasi jika ada instruksi dari pihak yang berwenang. 2. Tahap Saat Longsor Terjadi Menyelamatkan diri dan warga yang terdampak bencana warga Jika ada suara gemuruh, segera keluar dari rumah dan cari tempat lapang dan tanpa penghalang warga Evakuasi korban ke tempat yang lebih aman warga dan pihak berwenang Mendirikan dapur umum, pos-pos kesehatan, dan pengungsian warga dan pihak berwenang Memastikan air bersih tersedia di pengungsian warga dan pihak berwenang Mendistribusikan logistik, tikar, selimut, dan lain-lain warga dan pihak berwenang. 3. Tahap Setelah Longsor Terjadi Jangan segera kembali ke rumah, pastikan dulu tidak ada longsor susulan terjadi Jika diminta untuk membantu proses evakuasi, gunakan sepatu khusus dan peralatan yang menjamin keselamatan Perhatikan kondisi tanah sebagai pijakan yang kokoh saat proses evakuasi Jika harus menghadapi reruntuhan bangunan untuk menyelamatkan korban, pastikan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk. - Sosial Budaya Kontributor Robiatul KameliaPenulis Robiatul KameliaEditor Addi M Idhom

jelaskan dampak bencana tanah longsor dan upaya penanggulangannya